Kamis, 12 Maret 2015

Waxing Alami Dengan Sugar Wax (Sugaring)

Siapa sih yah yang ngga pengen punya kulit lembut, halus, mulus, kalau bisa bebas dari rambut-rambut yang berlebihan. Oh iya sebagian dari kita menyebutnya "bulu" mau bulu kaki, bulu tangan, dan bulu-bulu yang lain. Tapi sebetulnya penamaan yang benar adalah "rambut". Bulu adalah penamaan untuk hewan unggas, seperti bulu ayam. Strukturnya beda. Lho, jadi belajar biologi nih, wqwqwq.

Di Indonesia sendiri waxing itu masih tidak terlalu umum dilakukan. Selain salonnya masih jarang (dan cukup "mihil") bahannya juga ngga mudah...dan sakit...hahahaha. Jadi para gadis lebih akrab sama razor (pencukur), ataupun pinset. Selain itu, selain di area tertentu, yang bisa ditebak sendiri, punya rambut-rambut halus di tangan atau kaki itu masih biasa aja dan wajar banget di Indonesia.

Nah, tapi mungkin beberapa yang merasa ngga nyaman dengan si rambut-rambut halus ini. Atau punya rambut-rambut yang lebih ke arah kasar daripada halus. Waxing ini adalah salah satu solusi mengatasinya. Nah waxing yang mau kita bahas kali ini adalah sugar wax (sugaring). Wax alami dengan menggunakan bahan-bahan gula, perasan lemon, dan air.

Mau berlangganan artikel blog ini? Masukkan alamat emailnya yah:


Delivered by FeedBurner

Sugar waxing prakteknya sama dengan waxing biasa. Aplikasikan ke area yang mau dihilangkan rambut halusnya, dan angkat dengan mencabut wax secara cepat. Sugar wax membantu mencabut rambut-rambut halus dengan menempel pada rambut-rambut halus ketika diaplikasikan, tapi tidak menempel di kulit. Jadi, sakit tapi ya ngga sakit-sakit banget. Nih ada video bagaimana mengaplikasikan si sugar wax.


Seperti yang sudah disebutkan di video, ada dua tipe sugar wax. Ada yang soft, konsistensinya lebih ke cair atau kental. Butuh wax strips atau kain untuk aplikasinya. Ada juga yang hard sugar wax, yang aplikasinya tidak butuh si wax strips. Saya sendiri selama ini memakai yang soft wax karena lebih mudah aja dari segi aplikasi. Ngga terlalu bikin tangan lengket.

Resep umum sugar wax adalah 8:1:1. 8 bagian gula: 1 bagian perasan jeruk lemon/jeruk nipis : 1 bagian air. Biasanya resepnya 2 cup gula, 1/4 cup perasan jeruk lemon, dan 1/4 air. Kalau mau bikin sendiri bisa ikutin step by step di video di bawah ini yah.

UPDATE: Okay, jadi setelah testing beberapa kali, perbandingan 8:1:1 akan menghasilkan hard wax, yang saya ngga terlalu suka. Untuk menghasilkan soft wax (dan saya suka banget formula ini) gunakan perbandingan 8:2:2. Saya membuatnya dengan bahan 8 sdm gula pasir, 2 sdm air, dan 2 sdm perasan jeruk nipis. Panaskan di api sedang sampai berwarna kuning madu. Simpan di toples kaca (yang biasa untuk selai atau bumbu spagheti). Biarkan dingin. Saya lebih suka menggunakan keesokan harinya. Waxnya nanti akan mengeras, tapi bukan yang keras banget, masih bisa ditekan-tekan. 

Sebelum menggunakan, hangatkan wax dengan cara merendamnya di air panas. Wax akan mencair dari pinggirannya. Pakai bagian yang cair saja. Aplikasikan dengan spatula/gagang sendok/pisau mentega ke daerah yang akan di wax. Tempel wax strips, dan angkat secara cepat. 

Karena waxnya hangat, pori-porinya jadi terbuka, saat dicabut jadi tidak terlalu sakit. Jauh lebih ngga sakit dibandingnya menggunakan cold wax. Oya, wax ini juga gampang beku lagi di kulit, jadi aplikasikan dengan cepat selagi cair yah. Kalau yang di toples mengeras lagi panaskan lagi airnya saja. Jangan lupa sediakan wax strips.


Kalau Anda gagal saat pertama kali mencobanya, tenang, saya juga. Muahahahahaha. Pernah berhasil, tapi juga kadang gagal. Ini biasa sih, pembuatan karamel yang sempurna memang perlu skill dan latihan yang banyak. Ini biasanya penyebab kegagalan membuat homemade sugar wax.

  • Terlalu keras. Memasaknya terlalu lama. Karamelnya jadi terlalu keras dan tidak bisa dipakai. Untuk mencegah ini gunakan api kecil/sedang saja, jadi kita bisa lihat tingkat perubahan warnanya. Kita pengen sugar wax berwarna kuning kecokelatan atau maksimal cokelat agak gelap. Harus mencoba mana yang cocok buat kita. Oh ya, saya menyarankan memakai gula pasir biasa yang putih dibandingkan brown sugar supaya warnyanya terlihat perbedaannya.
  • Waktu memasak yang tidak pas. Lamanya waktu memasak akan berbeda-beda untuk setiap orang karena perbedaan kompor, perbedaan panci yang digunakan, sampai perbedaan bahan. Jadi, disesuaikan aja yah dengan keadaan masing-masing di rumah.
Jangan lupa setelah wax-nya jadi simpan di wadah tahan panas, karena karamel itu panas banget. Ngga mau kena luka bakar kan? Selama memasak juga hati-hati ya terhadap cipratannya. Biarkan wax mendingin terlebih dahulu sebelum digunakan. Siapkan wax strips jika perlu. Simpan wax di suhu ruang saja.

Buat yang males bikin sendiri dan males ke dapur sekarang yang jual sugar wax udah banyak kok. Kalau salon khusus sugar wax ada satu di Jakarta. Saya biasanya beli di Tokopedia aja sugar wax yang sudah jadi. Tapi kalau mau bikin sendiri juga bisa kok. Selamat waxing yah.

Oya, untuk area tertentu yang sensitif sebaiknya lakukan dilakukan oleh profesional yah. Hentikan pemakaian jika terjadi iritasi.


0 komentar:

Poskan Komentar