Minggu, 22 Januari 2017

Pro dan Kontra Menjadi Pengusaha

pic source: freeimages,com
Siapa yang pernah punya pikiran-pikiran di bawah ini:
"Kayaknya enak ya jadi pengusaha, duitnya banyak."
"Kayaknya enak ya jadi pengusaha, jam kerjanya bebas."
"Kayaknya enak ya jadi pengusaha, ngga punya bos rese."
Daaan...serangkaian kayaknya enak kayaknya enak yang lain...
Tapi yang banyak orang tidak menyangka adalah, dibalik "kayaknya enak" itu, ngga enaknya juga banyak.

Sebenarnya sih, menurut saya jadi karyawan atau pengusaha itu punya pro dan kontranya sendiri-sendiri ya. Tidak ada yang lebih unggul, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Menurut saya jadi karyawan atau pengusaha adalah pilihan yang bisa dipilih sesui dengan karakter masing-masing individu. Artikel ini juga (setidaknya berusaha) netral aja. Berusaha membahas dari dua sisi.

Sebenarnya, kalau teman-teman banyak nonton youtube, kadang banyak kok yang suka share gimana keseharian mereka sebagai seorang youtuber, yang menurutku pengusaha juga ya. Penghasilan mereka bisa ratusan sampai jutaan dolar, yang mana kalau di rupiahkan ya ratusan juta sampai milyaran. Tapi ya ada juga pastinya yang masih berusaha keras bahkan untuk sekedar dapetin view. Alias, belom ada duitnyaah.

Kalau saya bisa breakdown, dan ini dari pengalaman pribadi juga, apa sih pro dan kontranya menjadi pengusaha? Mari kita lihat dari beberapa aspek.

Potensial pendapatan yang besar

PRO

Potensial pendapatan seorang pengusaha dalam jumlah uang itu rentangnya besar bangeet. Saking besarnya, rentangnya bisa dari minus sampai tak terhingga. Biasanya ini juga alasan utama kenapa seseorang pengen banget jadi pengusaha. Kalau karyawan kan sebesar-besarnya gaji kan selalu ada batasnya istilahnya. Seenggak-enggaknya batasnya adalah kerelaan perusahaan buat menggaji karyawan. Wqwqwq.

KONTRA

Saking rentangnya lebar, potensial pendapatan pengusaha itu sering tidak jelas banget. Buat yang suka keamanan pendapatan, sebaiknya sih jadi karyawan aja, karena jadi karyawan itu gaji-nya jelas. Jelas jumlahnya, jelas kapan mendapatkannya. Seorang pengusaha kalau tidak hati-hati penghasilannya bisa minus, bisa juga stagnan, bisa ngga dapet-dapet duit berbulan-bulan. Tapi bisa juga, ada pendapatan ratusan juta per bulan.

Kebebasan waktu dan tempat

PRO

Dibandingkan dengan karyawan, pengusaha memiliki kebebasan dalam menentukan jam kerja. Di saat yang lain ngantor, dia bisa lagi nongkrong di mall misalnya. Di saat yang lain ngantor, dia lagi libur. Tapi bisa juga, di saat yang lain libur, dia malah lagi kerja. Tidak terikat hari, tidak terikat jam kerja tertentu. Pengusaha juga bisa kerja di mana aja. Kalau sudah punya kantor ya di kantor, di mall, kafe, bahkan di rumah saja.

KONTRA

Pengusaha itu jam kerjanya bisa puanjaang banget. Lebih dari 8 jam, dan ngga ada yang namanya hari libur. Kontras banget ngga sih sama PRO-nya? Iya jam kerja bebas, tapi ya bukan 8 jam juga, kadang kerja bisa seharian, lebih dari 8 jam. Iya bisa libur kapan aja, tapi kebanyakan pengusaha pasti hari sabtu atau minggu pun masih kerja.

Tidak punya Bos

PRO

Enak. Tidak ada bos yang nyuruh ini, nyuruh itu. Bosnya ya diri kita sendiri.

KONTRA

Keenakan. Sering kali seorang pengusaha (apalagi yang baru lepas dari sistem kantor) malah jadi keenakan sendiri. Tidak ada bos yang teriak-teriak berarti tidak ada juga yang mengontrol kita untuk bekerja. Tidak ada juga yang bisa mengarahkan kita, apa yang harus dikerjakan, prioritasnya apa. Semua harus dipikirkan sendiri. Itu makannya. kalau kebablasan malah bisa jadi males dan pekerjaan tidak selesai-selesai. Solusinya? Bikin TARGET.

Hmm...saya rasa itu tiga besar pro dan kontra menjadi pengusaha ya. Menurut teman-teman, pro dan kontranya apa lagi? Diskusi yuk di komen :)

0 komentar:

Poskan Komentar